Sastrawan WS Rendra meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 6 Agustus 2009 pukul 22.10. Ia menderita penyakit jantung koroner. Dimakamkan setelah shalat Jumat 7 Agustus 2009 di TPU Bengkel Teater Rendra, Cipayung, Citayam, Depok.
Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit Cinere sejak 25 Juni. Namun, karena kondisinya tak kunjung membaik, Rendra lalu dirujuk dirawat di RS Harapan Kita di Jakarta Barat, sebelum akhirnya ke RS Mitra Keluarga, Kelapa Gading.
Meski usianya 70-an tahun, kepak sayap si penyair berjuluk "Si Burung Merak" ini masih kuat dan tangkas. Suaranya masih lantang dan sangatlah mahir memainkan irama serta tempo. Kepiawaian pendiri Bengkel Teater, Yogyakarta, ini membacakan sajak serta melakonkan seseorang tokoh dalam dramanya membuatnya menjadi seorang bintang panggung yang dikenal oleh seluruh anak negeri hingga ke mancanegara.
WS Rendra mencurahkan sebagian besar hidupnya dalam dunia sastra dan teater. Menggubah sajak maupun membacakannya, menulis naskah drama sekaligus melakoninya sendiri, dikuasainya dengan sangat matang. Sajak, puisi, maupun drama hasil karyanya sudah melegenda di kalangan pecinta seni sastra dan teater di dalam negeri, bahkan di luar negeri.
Menekuni dunia sastra baginya memang bukanlah sesuatu yang kebetulan namun sudah menjadi cita-cita dan niatnya sejak dini. Hal tersebut dibuktikan ketika ia bertekad masuk ke Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada selepas menamatkan sekolahnya di SMA St.Josef, Solo. Setelah mendapat gelar Sarjana Muda, ia kemudian melanjutkan pendidikannya di American Academy of Dramatical Art, New York, USA.
Sejak kuliah di Universitas Gajah Mada tersebut, ia telah giat menulis cerpen dan essei di berbagai majalah seperti Mimbar Indonesia, Siasat, Kisah, Basis, Budaya Jaya. Di kemudian hari ia juga menulis puisi dan naskah drama. Sebelum berangkat ke Amerika, ia telah banyak menulis sajak maupun drama di antaranya, kumpulan sajak Balada Orang-orang Tercinta serta Empat Kumpulan Sajak yang sangat digemari pembaca pada jaman tersebut. Bahkan salah satu drama hasil karyanya yang berjudul Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) berhasil mendapat penghargaan/hadiah dari Departemen P & K Yogyakarta.
Sekembalinya dari Amerika pada tahun 1967, pria tinggi besar berambut gondrong dengan suara khas ini mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta. Memimpin Bengkel Teater, menulis naskah, menyutradarai, dan memerankannya, dilakukannya dengan sangat baik.
Karya-karyanya yang berbau protes pada masa aksi para mahasiswa sangat aktif di tahun 1978, membuat pria bernama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra, ini pernah ditahan oleh pemerintah berkuasa saat itu. Demikian juga pementasannya, ketika itu tidak jarang dilarang dipentaskan. Seperti dramanya yang terkenal berjudul SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor dilarang untuk dipentaskan di Taman Ismail Marzuki.
Di samping karya berbau protes, dramawan kelahiran Solo, Nopember 1953, ini juga sering menulis karya sastra yang menyuarakan kehidupan kelas bawah seperti puisinya yang berjudul Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta dan puisi Pesan Pencopet Kepada Pacarnya.
Banyak lagi karya-karyanya yang sangat terkenal, seperti Blues untuk Bonnie, Pamphleten van een Dichter, State of Emergency, Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api, Mencari Bapak. Bahkan di antara sajak-sajaknya ada yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris seperti Rendra: Ballads and Blues: Poems oleh Oxford University Press pada tahun 1974. Demikian juga naskah drama karyanya banyak yang telah dipentaskan, seperti Oedipus Rex, Kasidah Barzanji, Perang Troya Tidak Akan Meletus, dan lain sebagainya.
Sajaknya yang berjudul Mencari Bapak, pernah dibacakannya pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 118 Mahatma Gandhi pada tanggal 2 Oktober 1987, di depan para undangan The Gandhi Memorial International School Jakarta. Ketika itu penampilannya mendapat perhatian dan sambutan yang sangat hangat dari para undangan. Demikianlah salah satu contohnya ia secara langsung telah berjasa memperkenalkan sastra Indonesia ke mata dunia internasional.
Beberapa waktu lalu, ia turut serta dalam acara penutupan Festival Ampel Internasional 2004 yang berlangsung di halaman Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 Juli 2004. Dalam acara itu, ia menyuguhkan dua puisi balada yang berkisah tentang penderitaan wanita di daerah konflik berjudul Jangan Takut Ibu dan kegalauan penyair terhadap sistem demokrasi dan pemerintahan Indonesia. Pada kesempatan tersebut, lelaki yang akrab dipanggil Willy ini didampingi pengusaha Setiawan Djody membacakan puisi berjudul Menang karya Susilo Bambang Yudhoyono.
Prestasinya di dunia sastra dan drama selama ini juga telah ditunjukkan lewat banyaknya penghargaan yang telah diterimanya, seperti Hadiah Puisi dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional pada tahun 1957, Anugerah Seni dari Departemen P & K pada tahun 1969, Hadiah Seni dari Akademi Jakarta pada tahun 1975, dan lain sebagainya.
Menyinggung mengenai teori harmoni berkeseniannya, ia mengatakan bahwa mise en scene tak lebih sebagai elemen lain yang tidak bisa berdiri sendiri, dalam arti ia masih terikat oleh kepentingan harmoni dalam pertemuannya dengan elemen-elemen lain. Lebih jelasnya ia mengatakan, bahwa ia tidak memiliki kredo seni, yang ada adalah kredo kehidupan yaitu kredo yang berdasarkan filsafat keseniannya yang mengabdi kepada kebebasan, kejujuran dan harmoni.
Itulah Rendra, si bintang panggung yang selalu memukau para penontonnya setiap kali membaca sajaknya maupun melakoni dramanya. ►atur-juka
======================
Rendra dan Ajaran Kepedulian
DAHONO FITRIANTO
"Dengan rasa hormat dan perasaan yang tulus, saya ucapkan terima kasih kepada Freedom Institute dan Keluarga Bakrie, yang dengan khidmat meneruskan cita-cita dan laku kebajikan almarhum Bapak Achmad Bakrie. Selanjutnya, saya juga mengucapkan simpati yang dalam kepada Keluarga Bakrie yang lagi terlanda musibah karena, tanpa diketahuinya, telah terseret dalam kemelut yang diciptakan oleh PT Lapindo Brantas, yang telah melakukan kesalahan fatal di dalam operasi eksplorasi yang mengakibatkan banjir lumpur di Jawa Timur."
Itulah kutipan pidato yang disampaikan Rendra sesaat setelah menerima penghargaan Achmad Bakrie Award 2006 untuk Kesusastraan di Hotel Nikko Jakarta, Jakarta, Senin (14/8) malam. Selain Rendra, dua tokoh lainnya juga menerima penghargaan dan hadiah uang yang jumlahnya sama, Rp 100 juta, yakni Arief Budiman untuk kategori Pemikiran Sosial dan Iskandar Wahidiyat untuk kategori Kedokteran.
Pidato tersebut berbeda dengan naskah pidato resmi Rendra yang dicetak pada booklet acara malam itu, dan tentu saja membuat kaget seluruh hadirin. Bermacam-macam reaksi mengiringi kekagetan itu, ada yang tertawa ngakak, ada yang bertepuk tangan, tetapi ada juga yang diam saja.
Bukan Rendra apabila dia tidak nakal dan aktual. Sebuah pidato penerimaan penghargaan yang seharusnya resmi dibacakan dengan gaya membaca puisi-puisinya—suara menggelegar dan intonasi khusus pada kata- kata tertentu yang membuat orang tercekat. Isinya pun nakal, menyentil langsung sang pemberi penghargaan yang kebetulan adalah salah satu pemilik perusahaan penyebab tragedi banjir lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, itu.
Semua orang tahu bencana itu adalah masalah besar paling aktual yang terjadi di dalam negeri saat ini. "Tiga desa telah tenggelam dan tidak bisa dihuni lagi. Lima belas pabrik yang mempekerjakan 1.736 karyawan terpaksa tutup dan menimbulkan masalah sosial ekonomi. Delta Sungai Brantas yang subur, yang proses pembentukannya berabad-abad melebihi usia peradaban manusia, hancur tertimbun lumpur untuk selamalamanya," papar Rendra puitis.
Sentilan terhadap kelambanan penanganan tragedi yang dramatis tersebut dilakukan dengan halus dalam bentuk harapan. "Tetap saya yakin bahwa Keluarga Bakrie tidak akan berpangku tangan dalam hal ini. Keluarga Bakrie pasti akan mengerahkan segenap usaha untuk bertanggung jawab atas kecerobohan pekerja dan orang-orang di PT Lapindo Brantas." Kata "pasti" diucapkan Rendra dengan penekanan dan suara menggelegar.
Itulah Rendra, penyair, sastrawan, aktor, dan sutradara teater kelahiran Solo, 7 November 1935. Dalam keterangan resmi Freedom Institute sebagai lembaga yang menyeleksi dan memutuskan penerima penghargaan ini, disebutkan bahwa Rendra terpilih sebagai penerima Achmad Bakrie Award 2006 karena dia telah menunjukkan jalan lain perpuisian Indonesia.
Rendra disebut telah membuat sebuah pengecualian dalam arus utama perpuisian Indonesia modern yang didominasi sajak-sajak liris. Puisi Rendra adalah puisi yang naratif, berkisah, dan menggali segi-segi yang terabaikan oleh dunia persajakan Indonesia. "Membuat ia menempati posisi yang begitu unik, hampir seperti satuan tersendiri, dalam ranah sastra Indonesia," demikian penggalan bunyi pernyataan tersebut.
Kepedulian terhadap dunia sekitarnya terekam dalam karya-karya Rendra. Simak beberapa karya besarnya, seperti puisi Sajak Sebatang Lisong (1978), Potret Pembangunan dalam Puisi (1980), dan Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta! (1970-an) atau karya-karya pementasan teater seperti Perjuangan Suku Naga (1975) dan Panembahan Reso (1986), sarat berisi kritik sosial terhadap berbagai hal yang terjadi di masyarakat pada waktu itu—yang kadang masih tetap relevan sampai sekarang.
Tumbuhnya kesadaran
Dalam pidato tertulis penerimaan Achmad Bakrie Award 2006, yang seharusnya ia bacakan, Rendra menuturkan, kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan di sekitarnya pertama kali dikenalkan kepada dirinya oleh seseorang bernama Janadi. "Mas Janadi menjadi guru pribadi saya sejak saya berumur 4,5 tahun," tutur penyair bernama asli Willybrordus Surendra Broto Rendra, mengenang masa kecilnya di Solo, Jawa Tengah.
Pelajaran yang diberikan Mas Janadi dirumuskan dalam kalimat "Manjing ing kahanan, nggayuh karsaning Hyang Widhi" yang artinya kurang lebih: "masuk ke dalam kontekstualitas, meraih kehendak Allah". "Masuk dalam kontekstualitas itu bekalnya rewes (kepedulian) dan sih katresnan (cinta kasih)," papar pria yang akrab dipanggil Willy ini.
Rendra juga diajarkan untuk menyadari landasan hubungan antarmanusia dalam konteks emansipasi individu yang digambarkan dalam kalimat "ananingsun marganira, ananira marganingsun" (aku ada karena kamu, kamu ada karena aku). Kalimat itu juga yang ia kutip malam itu untuk mengkritik Freedom Institute yang mendukung sistem perdagangan bebas.
"Emansipasi individu yang peduli akan kesetaraan hak hukum, hak sosial, dan hak politik antarsesama manusia harus dengan kesadaran bahwa kekuasaan modal, distribusi, dan energi, tidak boleh dimonopoli oleh satu pihak dengan kebebasan yang romantis dan cengeng. Sebab, itu akan mengganggu kemaslahatan orang banyak." (Kompas, Rabu, 16 Agustus 2006)
Read more...
Tuesday, August 11, 2009
Kepiawaian Si Burung Merak
Saturday, April 4, 2009
Ditemukan Spesies Mampu Hidup di Air Mendidih

SABTU, 28 MARET 2009 | 13:21 WIB
NEW DELHI, — Beberapa ilmuwan India telah menemukan mikro-organisme yang disebut "extremophiles", yang dapat bertahan hidup di dalam air mendidih dan radiasi sinar ultraviolet.
Menurut laporan tabloid setempat Mail Today, para ilmuwan tersebut menemukan mikro-organisme itu pada ketinggian 40 kilometer di atas permukaan Bumi.
>>>>>>>>>selanjutnya.....
Penelitian dipimpin ilmuwan dari Center of Cellular and Microbiology di kota Hyderabad, India Selatan, S Shivaji. Ia telah meneliti bakteri di Antartika, Samudera Kutub Utara, dan Gletser Himalaya. "Ketiga spesies baru yang ditemukan sekarang dapat dibedakan dari semua spesies yang sejauh ini dilaporkan di dalam catatan ilmiah," kata surat kabar tersebut, yang mengutip keterangan Shivaji.
Bakteri itu dapat bertahan pada radiasi ultraviolet dosis lebih tinggi, tumbuh di dalam kondisi gizi rendah, dan memiliki susunan asam lemak yang memungkinkan mereka bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.
Spesies baru itu kini diisolasi. Semua spesies tersebut dikumpulkan dari ketinggian antara 20 kilometer dan 41,4 kilometer pada April 2005, tetapi temuannya baru terjadi belum lama ini. Para ilmuwan mengatakan sulit untuk meramalkan bagaimana bakteri dapat bertahan hidup di lingkungan yang rendah oksigen semacam itu.
Penelitian extremophiles menimbulkan pertanyaan mengenai kelangsungan hidup bentuk kehidupan. Itu dapat mengarah pada pengenalan lebih lanjut mengenai rangkaian baru dan menemukan beragam penerapan produk yang berlandaskan bioteknologi.
Read more...
Apakah benar Tahun 2030, Ikan Terbang Bisa Hilang ?

JUMAT, 3 APRIL 2009 | 17:24 WIB
JAKARTA, Keberadaan ikan terbang dikhawatirkan akan lenyap di perairan Indonesia pada tahun 2030 bila pola pengelolaan ikan tersebut tidak diperbaiki.
"Pengelolaan ikan terbang di Indonesia, sekitar 30 persennya berasal dari Sulawesi Selatan. Kalau tren itu dipertahankan, tahun 2030 tidak ada ikan itu," kata Peneliti Perikanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Augy Syahailatua, di Jakarta, Jumat (3/4).
>>>>selanjutnya
Ia mengatakan, besar kemungkinan ikan terbang akan berpindah tempat dari perairan Sulawesi Selatan bila penangkapan ikan terbang terus dilakukan secara besar-besaran. "Kemungkinan ikan terbang akan berpindah tempat. Selain itu, populasinya juga akan berkurang kalau dilakukan penangkapan secara berlebihan. Tetapi, kami akan terus melakukan riset," ujarnya.
Pada tahun 1922 lalu, diperkirakan terdapat 18 jenis ikan terbang di Indonesia. Namun, pada tahun 2004 dan 2005 hanya ditemukan sekitar 13 jenis saja. Sedangkan 5 jenis lainnya tidak diketahui keberadaannya. "Yang 5 jenis itu masih ada atau tidak, sampai sekarang tidak jelas," tuturnya.
Read more...
Tuesday, March 10, 2009
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1430 H
Pada hari minggu, acara peringatan Maulid nabi Muahammad SAW di selanggarakan pada malam hari. Acara itu di mulai setelah shalat Isya. Tempatnya di Masjid Indonesia Cairo. Teman-teman datang sehabis Isya. Banyak mahasiswa-siswi yang ikut, dan banyak pula anak-anak SIC. SIC sekaligus menghatamkan Al-quran pada saat maulid Nabi........ seterusnya
Setelah menghatamkan al-quran yaitu, pembacaan al-quran. Bacaan yang di bacakan oleh ustadz sungguh indah dan bagus, bahkan saya menangis mendengar surat itu. Karena sura ustadz itu penuh dengan merdu dan bagus. teman-teman saya juga ada yang nangis. Setelah pembacaan surat selasai, di adakan kutbah. kutbah itu bercerita tentang teladannya nabi Muhammad. ceramah itu sungguh bagus dan menyenangkan. kadang keluar kata-kata betawi. Akhirnya orang-orang pada ketawa terbahak-bahak. ustadz itu sebetulnya dulu lahir di mesir, dan bapaknya kerja di KBRI. Setelah ceramah diadakan tanya jawab. banyak orang yang bertanya. Setelah khutbah, diadakan makan bersama. buh!! makanannya wenak-wenak, yaitu latansa dan nasi yaman. makaknan itu dibuat dari negara asing. yang membuatnya juga orang muslim. yang membuatnya ialah Indonesia, dan Yemen. Latansa adalah bahasa mesir yang artinya jangan lupakan. Sungguh Unikkan!. Setelah makan-makan, bapak-bapak, dan anak-anak bercerita tentang Rasulullah lahir. Setelah selesai acaranya mahasiswa dan bapak-bapak pulang kerumahnya masing-masing. Dan banyak anak-anak SIC yang nginap di Masjid.
Nah itu lah acaranya. kalau mau nanya silahkan. jangan lupa tinggalkan pesan!
Read more...
Friday, February 27, 2009
Thursday, February 19, 2009
Madoff dan Stanford Goyang Amerika Latin
PANAMA, KAMIS — Investor Amerika Latin dua kali menjadi korban penipuan investasi di pasar modal Amerika Serikat (AS). Banyak di antara mereka terseret penipuan Bernard L Madoff senilai 50 miliar dollar AS. Kini, penipuan R Allen Stanford yang merugikan nasabah 8 miliar dollar AS lagi-lagi menghanguskan duit pemodal Amerika Latin.
Sewaktu kasus Madoff meledak, banyak investor Argentina menjadi korban. Osvaldo Prato, pengacara para investor, mengungkapkan, para kliennya kehilangan 400 juta dollar AS akibat terseret Madoff.
Investor menaruh dana tersebut lewat Banco Santander SA, bank terbesar di Argentina. Bank asal Spanyol ini jadi salah satu korban penipuan Madoff dan kehilangan 2 miliar dollar AS. Korban-korban lain asal Kolombia, Ekuador, Brasil, dan Meksiko juga bernasib sama.
Yang terbaru, investor asal Venezuela giliran merugi gara-gara penipuan yang dilakukan Stanford. Investor asal Venezuela, baik ritel maupun institusi, menempatkan dana sebanyak 3 miliar dollar AS di bank milik Stanford.
Pemerintah turun tangan
Hingga kini, Securities and Exchange Commision (SEC), pengawas pasar modal di Amerika Serikat (AS), masih memeriksa Stanford International Bank karena terlibat penipuan investasi 8 miliar dollar AS itu. "Saya tak percaya ini terjadi, apalagi pelakunya bank yang menyandang nama Stanford," tutur Celia Daniel Metta, investor asal Venezuela.
Pemerintah negara-negara Amerika Latin akhirnya menyadari, banyak rakyat mereka yang terseret penipuan investasi. Mereka pun langsung bertindak. Di Kolombia dan Ekuador, otoritas pengawas keuangan menghentikan aktivitas semua kantor afiliasi Stanford.
Di Venezuela, Menteri Keuangan Ali Rodriguez menjamin akan melindungi nasabah. Pemerintah Venezuela bahkan berniat membantu menyuntikkan dana bagi salah satu cabang Stanford Bank akibat nasabah menarik besar-besaran dana simpanannya (rush).
Pemerintah Panama bahkan langsung mengambil alih Stanford Bank setelah terjadi rush di bank itu. Tujuannya guna melindungi aset nasabah.
Belum jelas berapa total nilai kerugian investor Amerika Latin gara-gara dua penipuan tersebut. Namun, banyak yang meyakini jumlahnya sangat besar. Sebab, hampir semua investor Amerika Latin lebih senang berinvestasi di AS.
Alasannya, berbagai mata uang Amerika Latin terus terdevaluasi, dan banyak bank yang kolaps. "Itu membuat investor tidak percaya dengan pasar modal lokal," kata Alberto Ramos, Ekonom Goldman Sachs Group. (Harris Hadinata/ Kontan)
Read more...
Tuesday, February 17, 2009
Panduan membuat Blog di Blogspot
1. Apa itu Blog ?
Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, yaitu lebih berat kepada penggambaran dari si pembuat blog itu sendiri.
Blog dibuat oleh para desainer penyedia blog agar bekerja secara otomatis dan mudah untuk dioperasikan , jadi bagi kita-kita yang masih bingung dengan bahasa pemrograman untuk membuat sebuah website tidak jadi persoalan. Apabila anda sudah bisa membuat sebuah account email di internet, maka dalam membuat blog pun saya yakin anda bisa.
2. Cara membuat blog
Seperti halnya e-mail, dalam membuat blog pun kita harus mempunyai sebuah account terlebih dahulu, oleh karena itu silahkan daftarkan diri anda terlebih dahulu di free blog provider (penyedia hosting/domain blog gratis). Free blog provider sangatlah banyak terdapat di internet dan beberapa yang populer saat ini adalah http://www.blogger.com, http://www.wordpress.com serta http://blogsome.com.
Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang cara pembuatan blog di http://www.blogger.com, Silahkan anda klik gambar dibawah untuk mendaftar.
Setelah anda berada pada situs blogger.com, anda akan melihat gambar seperti gambar di atas. Silahkan lakukan langkah-langkah berikut ini :
Klik tanda anak panah yang bertuliskan " CIPTAKAN BLOG ANDA "
Isilah Alamat Email dengan alamat email anda (tentunya yang valid)
Isikan kembali alamat email anda tadi pada form Ketik ulang alamat email
Tuliskan password yang anda inginkan pada form Masukkan sebuah password
Isikan kembali password anda tadi pada form Keyik ulang sandi (password)
Isi Nama Tampilan dengan nama yang ingin anda tampilkan
Tulis tulisan yang tertera pada form Verifikasi Kata. Beri tanda tik/cek pada kotak di pinggir tulisan Saya menerima Persyaratan dan Layanan.
Klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"
Tuliskan judul blog yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi) pada form Judul Blog
Tulis nama situs anda pada form Alamat Blog (URL)
Tulislah tulisan verifikasi yang ditampilkan pada form Verifikasi kata, jika sudah selesai klik gambar panah yang bertuliskan "LANJUTKAN".
Pilihlah gambar (template) yang anda inginkan (nanti bisa di rubah lagi), kemudian klik gambar anak panah yang bertuliskan "LANJUTKAN"
Setelah keluar tulisan "Blog Anda telah di iptakan". Klik gambar panah bertuliskan "MULAI POSTING". Silahkan anda tuliskan semau anda, jika sudah selesai klik tombol "MEMPUBLISKAN POSTING".
3. Isi ( Content ) blog :
Bagi para pemula, biasanya mereka bingung setelah daftar membuat blog apa yang harus di isi( diposting ) dalam sebuah blog. Isi ( content ) dari sebuah blog tentu saja terserah kepadasi pemilik blog itu sendiri, apakah mau di isi puisi, perjalan hidup, teknik, ataupun apa saja. Nah di sini saya menyarankan, isilah blog anda tersebut dengan minat ataupun hoby serta keahlian anda sendiri, karena tentu saja di luar sana banyak sekali orang yang tentunya sama minat dan hoby nya dengan anda, sehingga mereka akan tertarik untuk membaca tulisan-tulisan anda.
(bersambung)
Monday, February 16, 2009
How does the CPU work?
To properly perform its job, the CPU must complete a cycle of four steps. The first step in this cycle is to fetch a instruction from a software program's memory. Once the CPU fetches the instruction, its second step is to decode the instruction. By decoding the instruction, the CPU is able to organize the information from the instruction in a manner that allows the CPU to complete the next step, which is executing.
During the execution step, the CPU completes the instruction. It accomplishes this by following the information gained during the decoding step. Once the CPU has finished executing the instruction, the final step in this cycle is to write-back the results that occurred during the execution step. The CPU can write-back the results to its own internal register, or to the main memory of the computer.
what is a joystick
Joysticks are used mostly for computer games, but they are also used occasionally forCAD/CAM systems and other applications.






Click here to play this game



